Sabtu, 23 Mei 2009

Asal mula terbentuk nya atol ??


Atol merupakan suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna sebagian atau seluruh nya.Distribusi atol di seluruh dunia bersifat instruktif: sebagian besar atol dunia terletak di Samudera Pasifik.Koral pembuat karang hanya dapat hidup di samudera dan laut berair hangat tropis dan subtropis, dan sebelumnya atol hanya dapat ditemukan di wilayah tropis dan subtropis.Dalam beberapa hal, luas daratan sebuah atol sangat kecil bila dibandingkan dengan luas totalnya.

Mengapa Terumbu Karang Lebih Dominan di Daerah Tropis di bandngkan Subtropis ?

Terumbu karang merupakan biota laut yang pertumbuhan nya sangat lama, dari awal pembentukan nya membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan waktu bertahun tahun untuk suatau pembentukan terumbu karang.
Terumbu karang ini dapat hidup di dasar laut yg masih bisa terkena sinar matahari, dan membutuh kan tempratur air nya juga harus hangat.
Oleh karena itu terumbu karang lebih banyak di daerah Tropis karena wilayah nya yg lebih dominan hangat dan banyak nya sinar matahari.
karena terumbu karang sendiri membutuhkan sinar matahri hingga ke dasar laut.
Namun sebenar nya binatang karang ini bisa saja tumbuh dengan baik di daerah sub tropis juga, hanya saja lebih dominan pada daerah tropis yang membutuhkan kehangatan lebih dan sinar matahri.

Rabu, 13 Mei 2009


H.U.T.A.N M.A.N.G.R.O.V.E : hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjo yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.


Terumbu Karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang merupakan kumpulan fauna laut yang berkumpul menjadi satu membentuk terumbu. Struktur tubuh karang banyak terdiri atas kalsium dan karbon. Hewan ini hidup dengan memakan berbagai mikro organisme yang hidup melayang di kolom perairan laut.

Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia (Walters, 1994 dalam Suharsono, 1998).

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.

jenis-jenis terumbu karang

1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)

Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)

Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde (Sulawesi Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).

3. Terumbu karang cincin (atolls)

Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)

4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)

Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh)


Selasa, 14 April 2009

air bisa habis atau tidak ?

pada awal nya air di katakan sumber daya alam yang tidak dapat habis. Keadaan seperti itu membuat manusia menjadi serakah dalam menggunakan sumber daya alam yang ada seperti itu. Dan sampai pada akhir nya keberadaan air di indonesia semakin jelas dampak negatif nya, misalnya menurut saya, jumlah air d indonesia mungkin masih terbilang cukup dan banyak, bahkan tidak berkurang jumlah nya.
Namun hanya saja, jumlah nya jumlah air bersih yang dapat di gunakan terbatas saat ini. Hal itu dapat kita lihat di sungai ciliwung. Dulu ciliwung merupakan wilayah yg air nya terbilang sangat baik, dan bersih.Jumlah air nya mungkin tidak berkurang, namun kualitas nya yang berkurang, air nya menjadi tidak sejernih dulu.

menurut saya, apabila hal tersebut tidaksegera di tanggulangi, hal itu itu bisa mnyebab kan,hilang nya kulaitas air yang baik yang dapat di gunakan masyarakat.